Tawhid dalam Pemikiran Hamka

Sebuah Kritik terhadap Konservatisme Islam Kontemporer

Penulis

  • Delavia Andrea Fererli Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang, Indonesia
  • Amril Amril Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24036/kwkib.v7i1.442

Kata Kunci:

Tauhid, Hamka, Konservatisme Islam, Islam Kontekstual

Abstrak

Penelitian ini mengkaji konsep tauhid dalam pemikiran Hamka serta relevansinya dalam merespons konservatisme Islam kontemporer yang ditandai oleh pemahaman tekstual, penolakan terhadap pendekatan rasional dan kontekstual, serta sikap eksklusif. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dan analisis isi terhadap karya-karya Hamka, penelitian ini menemukan bahwa tauhid tidak hanya bersifat teologis, tetapi juga mencakup dimensi rasional, etis, dan sosial. Tauhid berfungsi sebagai prinsip integratif yang menyatukan iman, akal, dan tindakan. Dalam konteks ini, tauhid menawarkan kerangka kerja alternatif yang kritis dengan memperkuat peran akal, menolak klaim kebenaran tunggal, serta menekankan pentingnya nilai-nilai etis dalam kehidupan sosial. Oleh karena itu, tauhid dalam pemikiran Hamka memberikan landasan bagi pemahaman agama yang lebih rasional, terbuka, dan kontekstual, sekaligus menegaskan relevansinya sebagai respons transformatif terhadap konservatisme kontemporer.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2026-06-30

Cara Mengutip

Fererli, D. A., & Amril, A. (2026). Tawhid dalam Pemikiran Hamka: Sebuah Kritik terhadap Konservatisme Islam Kontemporer. Jurnal Kawakib, 7(1), 1–17. https://doi.org/10.24036/kwkib.v7i1.442

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.