Tawhid dalam Pemikiran Hamka
Sebuah Kritik terhadap Konservatisme Islam Kontemporer
DOI:
https://doi.org/10.24036/kwkib.v7i1.442Kata Kunci:
Tauhid, Hamka, Konservatisme Islam, Islam KontekstualAbstrak
Penelitian ini mengkaji konsep tauhid dalam pemikiran Hamka serta relevansinya dalam merespons konservatisme Islam kontemporer yang ditandai oleh pemahaman tekstual, penolakan terhadap pendekatan rasional dan kontekstual, serta sikap eksklusif. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dan analisis isi terhadap karya-karya Hamka, penelitian ini menemukan bahwa tauhid tidak hanya bersifat teologis, tetapi juga mencakup dimensi rasional, etis, dan sosial. Tauhid berfungsi sebagai prinsip integratif yang menyatukan iman, akal, dan tindakan. Dalam konteks ini, tauhid menawarkan kerangka kerja alternatif yang kritis dengan memperkuat peran akal, menolak klaim kebenaran tunggal, serta menekankan pentingnya nilai-nilai etis dalam kehidupan sosial. Oleh karena itu, tauhid dalam pemikiran Hamka memberikan landasan bagi pemahaman agama yang lebih rasional, terbuka, dan kontekstual, sekaligus menegaskan relevansinya sebagai respons transformatif terhadap konservatisme kontemporer.
1.png)










