Reconciling Knowledge: A Comparative Analysis of Amin Abdullah’s Integration-Interconnection Paradigm and Syed Naquib Al-Attas’s Islamization of Science
Abstrak
Penelitian ini mengeksplorasi paradigma Integrasi-Interkoneksi Prof. Dr. Amin Abdullah, yang berupaya merekonsiliasi ilmu-ilmu agama dan sekuler dalam konteks pendidikan Islam, khususnya di universitas-universitas Indonesia. Sementara model Abdullah menekankan integrasi yang harmonis dari berbagai domain ilmiah melalui "Jaring Laba-laba Ilmu Pengetahuan" yang metaforis, makalah ini mengkritisi paradigma tersebut dengan menggunakan perspektif Islamisasi Sains Syed Muhammad Naquib al-Attas. Al-Attas berpendapat bahwa integrasi selektif yang menghilangkan pengaruh sekuler yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, sebuah pandangan yang kontras dengan pendekatan Abdullah yang lebih inklusif. Penelitian ini secara kritis menganalisis kedua kerangka kerja ini untuk menilai kemanjurannya dalam mengatasi tantangan kontemporer akademisi Islam. Penelitian ini menunjukkan bahwa penyaringan kritis terhadap pengetahuan sekuler dapat meningkatkan identitas Islam dalam tradisi ilmiah.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Abdullah, A. (1995). Falsafah Kalam di Era Postmodernisme. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Abdullah, A. (2002). Kata Pengantar. In R. C. Martin, Pendekatan Kajian Islam dalam Studi Agama. Surakarta: UMS Press.
Abdullah, A. (2004). Integrasi Sains-Islam: Mempertemukan Epistemologi Islam dan Sains. Yogyakarta: Pilar Religia.
Abdullah, A. (2004). Islam dan Modernisasi Pendidikan di Asia Tenggara: Dari Pola Pendekatan Dikotomis-Atomistik ke Arah Integratif-Interdisiplin. Konferensi Internasional Antar Bangsa Asia Tenggara, (p. 6).
Abdullah, A. (2004). Studi Agama Normativitas dan Historisitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Abdullah, A. (2006). Islamic Studies di Perguruan Tinggi: Integratif-Interkonektif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Abdullah, A. (2007). Islamic Studies: Dalam Paradigma Integrasi-Interkoneksi (Sebuah Antalogi). Yogyakarta: SUKA Press.
Abdullah, A. (2009). Kata Pengantar. In T. Choir, Nasr Hamid Abu Zaid dan Hermeneutika Teks Keagamaan: Islam dalam Pembacaan Kontemporer. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Abdullah, A. (2013). Agama, Ilmu, Budaya: Paradigma Integrasi-Interkoneksi Keilmuan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Abdullah, A. (2014). Praktisi Paradigma Integrasi-Interkoneksi dan Transformasi Islamic Studies di UIN Sunan Kalijaga. Yogyakarta: Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga.
Abdullah, A. (2014). Religion, Science and Culture: An Integrated Interconnected Paradigm of Science. Al Jamiah, 182.
Abidin, Z. (2005). Integrasi Ilmu dan Agama. Bandung: PT Mizan Pustaka.
Al-Attas, S. M. (2002). Islam and Secularism. Kuala Lumpur: Ta'dib Foundation.
Al-Jabiri, M. A. (2000). Post Traditionalisme Islam. Yogyakarta: LKiS.
Armas, A. (2015). Krisis Epistemologi dan Islamisasi Ilmu. Ponorogo: CIOS.
Barbour, I. G. (2002). Juru Bicara Tuhan: Antara Sains dan Agama. Bandung: Mizan.
Darda, A. (2016). Integrasi Ilmu dan Agama: Perkembangan Konseptual di Indonesia. At-Ta'dib.
Faiz, F. (2007). Kata Pengantar: Mengawal Perjalanan Paradigma Oleh M. Amin Abdullah. In A. Abdullah, Islamic Studies dalam Paradigma Integrasi-Interkoneksi (Sebuah Antologi). Yogyakarta: SUKA Press.
Integrasi. (2022, September 24). Retrieved from KBBI Online: https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/integrasi
Kuntowijoyo. (2006). Islam sebagai Ilmu Epistemologi: Metodologi dan Etika. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Minhaji, A. (2004). IAIN Menuju UIN. In A. Abdullah, Integrasi Sains-Islam: Mempertemukan Epistemologi. Yogyakarta: Pilar Religia.
Muhammad, M. (2002). Globalization and the New Realitas. Selangor: Pelanduk Publication.
Natsir, N. F. (2010). Strategi Pendidikan: Upaya Memahami Wahyu dan Ilmu. Yogyakarta: Pustakan Pelajar.
PTAI, D. (2019, November 15). Integrasi Agama dan Sains: Sebuah Keniscayaan.
Zaid, N. H. (2003). Teks, Otoritas, Kebenaran. Yogyakarta: LKiS.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-sa4.footer##
1.png)










